Selamat kepada wisudawan berprestasi dan inspiratif FPIK dari Ilmu Kelautan

Semarang – Program studi Ilmu Kelautan FPIK kembali berbangga dengan prestasi yang diraih mahasiswa Ilmu Kelautan, Smile Alza Fauzi, yang mendapatkan penghargaan sebagai Wisudawan Berprestasi dan Inspiratif pada Wisuda ke 183 Universitas Diponegoro pada tanggal 31 Juli 2026. Smile merupakan mahasiswa Ilmu Kelautan angkatan 2022 yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan dengan tugas akhir yang berjudul “Komposisi dan Struktur Komunitas Kepiting Mangrove di Desa Tireman, Kabupaten Rembang”.

Smile sudah memiliki ketertarikan pada lingkungan dan sumber daya alam sejak lama, terutama karena Indonesia merupakan negara maritim dengan potensi yang sangat besar.

“Saya ingin mempelajari bagaimana sumber daya laut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistemnya.” Tuturnya.

Karena itu Smile memilih untuk menutut ilmu di Ilmu Kelautan di Undip. Selama kuliah, minat tersebut semakin berkembang, terutama saat ia terlibat dalam proyek sustainability, biodiversitas, dan PROPER ketika magang di Ailesh.

Selama kuliah, Smile mendapatkan banyak pengalaman yang berkesan. Salah satunya ketika menjadi Sustainability Generalist Intern di Ailesh. Ia terlibat dalam proyek PROPER, survei biodiversitas, hingga penyusunan laporan keberlanjutan. Dari pengalaman itu ia belajar bahwa ilmu yang didapat di kampus benar-benar bisa diterapkan untuk membantu perusahaan memenuhi kebutuhan di aspek lingkungan.

Selain itu, Smile juga aktif di organisasi dan kepanitiaan, seperti menjadi Staff Creative Media Society of Renewable Energy UNDIP, Ketua Media dan Informasi beberapa kegiatan kepanitiaan fakultas, hingga dipercaya menjadi MC Sharing Session PKL MBKM. Ia juga terpilih sebagai perwakilan Fakultas dalam ajang pemilihan Mas FPIK Undip 2024. Pengalaman-pengalaman tersebut banyak melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.

Saat ditanya mengenai riset untuk tugas akhir, serta kesulitan apa yang dihadapi, Smile mengakui bahwa tantangan utama riset yang dilakukan di ekosistem mangrove adalah menyesuaikan jadwal pengambilan sampel dengan kondisi pasang surut dan medan yang cukup sulit. Selain itu, proses identifikasi spesies kepiting membutuhkan ketelitian karena beberapa spesies memiliki karakteristik yang hampir sama.

Smile dan tim saat melakukan penelitian di lapangan dan di laboratorium

Untuk mengatasinya, Smile menyusun jadwal penelitian berdasarkan data pasang surut, berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing dan rekan tim, serta menggunakan berbagai buku identifikasi dan referensi ilmiah. Dari pengalaman tersebut ia belajar pentingnya perencanaan, ketelitian, dan kemampuan problem solving ketika menghadapi kendala di lapangan.

Sebagai penerima beasiswa KPIK, Smile mendapatkan penghargaan sebagai wisudawan yang berprestasi dan inspiratif karena telah mendapatkan pekerjaan di salah satu bank swasta ternama sebelum diwisuda. Smile bercerita bahwa ia mulai aktif mencari pekerjaan sejak memasuki semester akhir, memanfaatkan berbagai platform seperti LinkedIn, Jobstreet, website resmi perusahaan, media sosial, dan Career Center UNDIP. Ia juga mengikuti berbagai proses rekrutmen sebagai latihan, mulai dari sales, sustainability, hingga management trainee.

Menurutnya, pengalaman magang maupun bekerja paruh waktu juga menjadi faktor penting untuk mempersiapkan diri saat job hunting. Sebelum bergabung dengan BCA, Smile sempat memiliki pengalaman sebagai Sustainability Intern di Ailesh, Barista di ON7 Coffee, Freelance Sales Associate Kahf Paragon, dan Quality Control Specialist. Pengalaman-pengalaman tersebut membantunya membangun kemampuan komunikasi, pelayanan, dan kerja sama tim sehingga lebih siap menghadapi proses seleksi. Smile mengikuti proses rekrutmen dari BCA saat masih menjadi mahasiswa tingkat akhir setelah menyelesaikan sidang skripsinya dan dan mempersiapkan yudisium. Selama sudah memenuhi persyaratan administrasi, seperti Surat Keterangan Lulus atau sedang berada di tahap akhir perkuliahan, beberapa perusahaan memang sudah memberikan kesempatan kepada fresh graduate untuk mengikuti proses seleksi.

Smile berbagi pesan untuk rekan-rekan dan adik-adik mahasiswa agar jangan hanya fokus mengejar IPK, tetapi manfaatkan waktu kuliah untuk memperbanyak pengalaman. Ikut organisasi, magang, penelitian, lomba, atau kepanitiaan karena semua itu akan melatih kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, menurutnya, penting juga untuk tidak membatasi diri bahwa lulusan Ilmu Kelautan hanya bisa bekerja di bidang kelautan.

“Saya sendiri pernah belajar dan bekerja di bidang sustainability, content creation, sales, quality control, hingga akhirnya berkarier di perbankan. Artinya, ilmu yang kita dapatkan selama kuliah—seperti kemampuan analisis, komunikasi, problem solving, dan adaptasi—sebenarnya sangat relevan di berbagai industri”, lanjutnya.

Terakhir, Smile juga memberi tips untuk tidak takut mencoba. Mungkin tidak semua kesempatan akan berhasil, tetapi setiap pengalaman akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk langkah berikutnya.

Sukses terus Smile! Dan semoga langkah baiknya diikuti oleh wisudawan-wisudawan Ilmu Kelautan lainnya!